Pertarungan Dua Pelatih Muda Bundesliga Kali Ini Dimenangkan Oleh Todesco

Pada hari Minggu kemarin pukul 00.30 WIB, Schalke menjamu Hoffenheim di Veltins Arena untuk melanjutkan ajang kompetisi Bundesliga yang memasuki putaran ke 23. Namun yang lebih menarik dari laga tersebut untuk diperhatikan adalah pertarungan antara dua pelatih termuda dalam sejarah Bundesliga yaitu Domenico Tedesco dan Julian Nagelsmann.

Kedua pelatih tersebut memang baru berusia kepala tiga, dimana Todesco berusia 32 tahun dan Nagelsmann berusia 30 tahun. Selain itu mereka merupakan teman dekat, terutama setelah mengambil lisensi pembinaan mereka bersama-sama bahkan sempat menjadi rekan di Hoffenheim pada musim kampanye 2016-17. Namun saat itu dengan Tedesco mengambil alih kendali pemain U-19 klub tersebut sementara Nagelsmann ditunjuk sebagai kepala pelatih hingga kini.

Domenico Tedesco Julian Nagelsmann

Domenico Tedesco dan Julian Nagelsmann

Pertandingan pada hari Minggu tersebut merupakan kedua kalinya mereka berhadapan menjadi lawan di lapangan hijau. Dalam pertemuan pertama mereka, di putaran ke 6 awal musim ini, Nagelsmann mampu menaklukkan mantan teman sekelasnya dalam kemenangan 2-0.

Namun sepertinya Tedesco tidak membiarkan hal itu terjadi untuk kedua kalinya. Pasalnya tim yang diasuhnya mencetak dua gol pembalasan, yang dihasilkan oleh Thilo Kehrer pada menit ke 11 dan digandakan keunggulan mereka oleh Breel Embolo di menit ke 28 saat dia memanfaatkan kesalahan Kevin Vogt.

“Kami melihat dua babak yang berbeda hari ini,” Tedesco menganalisisnya kemudian. “Dalam 45 menit pertama kami bermain posisi diamond di lini tengah sehingga kami bisa memiliki fisik tertentu dalam peran nomor sepuluh dan kemudian memiliki dua pemain untuk bola kedua. Itu menyebabkan Hoffenheim beberapa masalah. Kami sangat kuat dan keberanian kami berhasil membuat kami berbahaya di depan gawang, itu sangat bagus, kami pantas mendapat gol kedua sebelum jeda. ”

Meskipun demikian, Andrej Kramaric membalaskan satu gol untuk Hoffenheim di babak kedua, dimana pada akhirnya Schalke mampu mempertahankan kemenangan 2-1. Tedesco pun menjelaskan apa yang berubah setelah turun minum. “Di babak kedua Hoffenheim beralih ke formasi 3-4-3, itulah sebabnya kami juga berubah menjadi 3-4-3 dengan cukup cepat. Menjelang akhir, mereka pergi dengan 4-3 -3, jadi kami beralih ke 5-2-1-2, seperti yang baru-baru ini kami lakukan di Bayern Munich, sehingga kami bisa bertahan dengan baik dan agresif di luar jangkauan. Itu tidak berjalan dengan baik pada akhirnya, karena kami terlalu ragu dalam eksekusi kami, secara keseluruhan kami bermain bagus, tapi masih banyak yang bisa kami tingkatkan. ”

Hasilnya berarti skor head to head dengan Nagelsmann bertahan 1-1, sementara juga membuat poin per game rata-rata (1,60; 10 kemenangan dari 23 pertandingan) hampir sama dengan Nagelsamnn (1,63; 31 kemenangan dari 71 ).

Mungkin yang lebih penting, Schalke mampu mengantongi enam poin dari pertarungan kandang mereka, yang membuat pertarungan untuk memperebutkan lima tiket di kompetisi internasional semakin ketat. Tercatat ada 10 tim yang berlomba-lomba untuk berpeluang memperebutkan posisi tersebut.

Julian Nagelsmann Hoffenheim loose

Julian Nagelsmann mengalami kekalahan terhadap Schalke

“Selamat kepada Domenico dan Schalke,” kata Nagelsmann penuh waktu. “Kami kehilangan permainan dalam 30 menit pertama/ Kami terlalu mengantuk dan tidak cukup lapar/ Kami berjuang untuk mengatasi Schalke dan posisi kami tidak baik . Selain itu, kami melakukan terlalu banyak pelanggaran pada periode itu, dan set-pieces adalah salah satu kekuatan Schalke. Kami menemukan itu dari tangan pertama untuk gol pertama mereka. “.

“Kami pada dasarnya mencetak gol kedua untuk mereka – kami terlalu defensif,” lanjutnya. “Sebagai aturan kami ingin bermain keluar dari belakang, tapi kesalahan bisa terjadi, itu jelas gol yang bisa kami hindari untuk kebobolan, saya pikir kami lebih baik di babak kedua tapi tidak mendapat imbalan untuk itu. Tidak mudah kalah 2-0 melawan tim yang bertahan dengan baik. “.

Mungkin pertemuan kedua pelatih termuda dalam sejarah Bundesliga yaitu Domenico Tedesco dan Julian Nagelsmann akan menjadi pertunjukkan yang semakin seru dipertemuan berikutnya. Dan hal ini juga akan memberikan kesempatan kepada pelatih muda berbakat untuk menunjukkan keahlian mereka dimasa depan.

About The Author