Klopp Dan Tuhcel Menguak Strateginya Di Liga Champions

Pertandingan perdana Liga Champions grup C telah selesai dan memang seperti apa yang diharapkan kedua kubu cenderung sama kuat. Meskipun demikian, hasilnya membuat Jurgen Klopp senang dan Thomas Tuchel kecewa. Namun Klopp dan Tuhcel sempat menguak strateginya untuk meraih kemenangan dan inilah dia.

Liverpool vs Paris Saint Germain

Pertandingan Liverpool vs Paris Saint Germain merupakan pertandingan yang sangat sayang jika dilewatkan. Dan seperi prediksi sebelumnya, Kedua kubu cenderung bermain imbang dalam hal penguasaan bola, namun dalam menciptakan gol,Liverpool lebih unggul dikedua babaknya. Terbukti di menit 30, Daniel Sturridge mampu mencetak gol perdananya  dan James Milner memanfaatkan tendangan penalti yang diberikan kepadanya enam menit kemudian. Sayangnya di menit ke 40, Thomas Meunier mampu memperkecil selisih gol melalui bola liar yang tak mampu dibendung oleh Alisson.

Serangan demi serangan dilakukan kedua kubu namun tujuh menit sebelum babak kedua berakhir, Kylian Mbappe berhasil menyarangkan bola ke kanan gawang sehingga skor pun menjadi imbang. Namun malang bagi PSG, Roberto Firmino yang menggantikan Daniel Sturridge di menit ke 72, berhasil memanfaatkan waktu tambahan dimana di menit 90+2, umpan dari Virgil Van Dijk berhasil dieksekusi dengan baik, sehingga skor pun menjadi 3-2.

Jurgen Klopp dan Liverpool vs Paris Saint Germain

Pelatih Liverpool Klopp, mengungkapkan bahwa pasukkannya sengaja membidik sayap kiri PSG karena ia tahu Neymar tidak akan mengikuti Alexander-Arnold ketika bek maju. Dan ia hasilnya Neymar secara teratur gagal menjaga Trent Alexander-Arnold, dimana secara tak langsung berkontribusi untuk membuka gol Daniel Sturridge walaupun melewati Andrew Robertson terlebih dulu..

Klopp pun menguak strateginya untuk mengincar Neymar dan mengatakan kepada media BT Sport, “Mereka mengubah sedikit sistemnya, kami memang mengharapkannya dan tidak terlalu memikirkannya,”

Trent Alexander-Arnold menghadapi Neymar saat Liverpool vs Paris Saint Germain September 2018 Champions League

Trent Alexander-Arnold menghadapi Neymar saat Liverpool vs Paris Saint Germain September 2018 Champions League

“Neymar di sebelah kiri bukan ide yang buruk dan membuat pertahanan [mereka] lebih sulit, kami perlu lebih fokus dan kami merasa kami melakukannya dengan sangat baik. Kami menutupi banyak ruang dan menutup semua celah dan ketika kami memiliki bola membuat mereka berlari dan menggunakan sayap kanan.”.

“Neymar adalah kelas dunia tetapi bukan pemain bertahan, jadi kami mencoba melakukan itu.”.

Baca juga : Klopp Tak Andalkan Salah Untuk Mencetak Gol

Thomas Tuchel dan Liverpool vs Paris Saint Germain

Bermain imbang mungkin hal yang bisa diterima oleh Tuchel setelah usaha pemainnya menyamakan keadaan di penghujung babak kedua namun ia cukup kecewa dengan hasilnya dimana harusnya ia juga bisa membawa timnya meraih kemenangan melalui Julian Draxler yang menggantikan Edinsin Cavani di menit ke 80. Ia pun mengatakan “Mungkin skornya tidak menceritakan kisah pertandingan secara ksesluruhan,”.

“Sebelum pertandingan berakhir, kami memiliki kesempatan dengan Julian Draxler yang bisa menang sebelum Liverpool mencetak gol. Kami tampil luar biasa di babak pertama. Bagi saya, hasilnya tidak logis atau benar. “.

James Milner mencetak gol penalti saat Liverpool vs Paris Saint Germain September 2018 Champions League

James Milner mencetak gol penalti saat Liverpool vs Paris Saint Germain September 2018 Champions League

“Kami kebobolan dua gol di babak pertama tetapi tidak pernah pada titik mana pun kami kehilangan kepercayaan diri kami. Kami bermain dengan banyak keberanian dan kekuatan mental. Mungkin di babak kedua kami memberikan bola terlalu mudah tetapi ini adalah Anfield, Jurgen Klopp telah bekerja dengan timnya selama tiga tahun, Liverpool menekan Anda dan membuatnya sulit. Tapi kami tidak pernah kehilangan performa kami. “.

Alphonse Areola menyelamatkan gawangnya saat Liverpool vs Paris Saint Germain September 2018 Champions League

Alphonse Areola menyelamatkan gawangnya saat Liverpool vs Paris Saint Germain September 2018 Champions League

“Melalui usaha kami, kami berhasil mendapatkan gol untuk menyamakan kedudukan. Tetapi akhirnya sangat, sangat sulit.”.

Walaupun Klopp dan Tuhcel sempat menguak strateginya di pertandingan Liga Champions putaran pertama di grup C, mereka akan bertemu lagi di Parc des Princes, Prancis pada tanggal 29 November 2018 dan akan membuktikan diri satu sama lain. Namun mereka juga harus menghadapi Napoli dan K Crvena zvezda hingga akhir musim.mampukah keduanya masuk dua besar dan lolos ke babak perdelapan final kompetisi ini. Simak terus dini ya.

About The Author