Jesus Gamez : Rafael Benitez Pelatih Yang Egois

\Jesus Gamez belum lama ini mengungkapkan pendapatnya yang negatif tentang mantan pelatihnya Rafael Benitez di Newcastle United. Menurutnya, pelatih asal Spanyol itu merupakan pelatih “egois” dan “tidak menyumbangkan apa-apa” kepadanya selama keberadaannya di di klub hingga ia dilepaskan di musim panas kemarin.

Profile Jesus Gamez

Gamez merupakan pemain asal Spanyol, yang mengasah dirinya di klub kecil dikotanya Fuengirola, dan beralih menuju akademi Malaga pada usia 15 tahun di tahun 2000. Empat musim berikutnya ia mulai dipromosikan ke tim cadangan klubnya, bahkan dalam waktu satu tahun ia mulai dilibatkan di tim utama.

Jesus Gamez saat membela Malaga menghadapi Borussia Dortmund

Jesus Gamez saat membela Malaga menghadapi Borussia Dortmund

Saat tim utamanya turun peringkat ke divisi dua Segunda Division pada kampanye 2006-07, ia menjadi salah satu pemain kunci dan berhasil membantu timnya kembali ke divisi utama liga Spanyol, memainkan perannya hingga pada musim panas 2014, ia direkrut oleh Atletico Madrid untuk menjadi bek kiri, bukan seperti yang sebelumnya di bek kanan.

Di klub barunya, ia hanya dimainkan sebanyak 37 kali dalam waktu dua musim, dan sebagian besar keberadaannya setelah menghangatkan bangku cadangan. Ia pun beralih menuju Inggris, membela Newcaslte United. Namun ia tak memiliki waktu bermain yang ia harapkan dan semakin berkurang seiring berjalannya waktu. Sebut saja aksinya yang hanya dimainkan sebanyak kali, terutama karena cedera yang melanda dirinya, dan akhirnya diizinkan untuk pergi pada akhir kontraknya awal musim panas ini.

Jesus Gamez dan Newcastle United

Pemain yang belum pernah dilibatkan di timnas Spanyol itu mengungkapkan perasaannya kepada media Malaga Hoy dan mengatakan, “Ya, itu mulai rumit pada awalnya karena cedera, kemudian saya mematahkan tulang selangka saya. Saya berjuang untuk kembali.“.

Jesus Gamez saat menghadapi Ngolo Kante di Chelsea 2017-18

Jesus Gamez saat menghadapi Ngolo Kante di Chelsea 2017-18

“Di tingkat keluarga, itu adalah pengalaman yang luar biasa. Pada level olahraga, fans dan rekan-rekan tim sangat sensasional, namun pelatih tidak memahami situasi yang terjadi dan juga kesepakatan itu tidak ideal. “.

“Dia [Benitez] adalah orang yang saya tidak suka bicarakan karena dia tidak menyumbangkan apa-apa untuk saya dalam dua tahun ini dan saya tidak memiliki apapun untuk dikatakan tentang dia.”.

Jesus Gamez dan Rafael Benitez

Ia pun menambahkan, “Ketika seseorang sangat egois dan ingin memahami segalanya, mereka tidak tahu cara membaca situasi dan memahami bahwa hal-hal tidak selalu sama. “.

Jesus Gamez anggap Rafael Benitez sebagai pelatih yang egois

Jesus Gamez anggap Rafael Benitez sebagai pelatih yang egois

“Anda tidak dapat mempercayai semua orang. Saya menunjukkan padanya profesionalisme saya. Waktu membuktikan saya benar. Saya mengalami cedera, saya tidak membodohi siapa pun. Fisio dan staf medis di Newcastle tahu bagaimana memahami situasinya. “.

“Kamu tidak bisa berbicara atau berdebat dengannya karena dia selalu ingin menjadi benar.”

Namun bukankah wajar saja jika seorang pelatih bertindak egois karena ia sendiri yang mengetahui rencananya dan siapa saja yang pantas untuk membawa timnya meraih kemenangan di semua pertandingan? Sebut saja Pep Guardiola yang merevitalisasi timnya dengan mengganti banyak pemain top di Manchester City atau Jurgen Klopp yang sempat mengakui dirinya bukan pelatih jenius, namun secara pandai memilah milih pemain, bahkan Fabinho yang baru direkrut dengan harga mahal pun belum diturunkan. Apakah itu egois? Apakah Rafael Benitez pelatih yang egois? Sepertinya bukan.

About The Author