Guardiola : Kritik Media Spanyol Paling ‘Pedas’

Pelatih Manchester City, Pep Guardiola,  telah menikmati kesuksesan sepanjang kariernya sebagai di berbagai negara. Namun diantara Spanyol, Jerman dan Inggris, ia menganggap bahwa kritik yang dia terima dari pers Spanyol adalah yang paling “pedas”. Padahal ia telah menyumbangkan piala di kedua jenjang karirnya baik sebagai pemain dan pelatih di Barcelona.

Profile Pep Guardiola

Pemilik nama lengkap Josep Guardiola Sala ini mengasah diri di akademi barcelona pada tahun 1984 dan perlahan dipromosikan ke tim Barcelona C, Barcelona B dan akhirnya pada tahun 1990 ia mulai dilibatkan ke tim utama. Ia pun menjadi bintang selama mengasah karirnya di Camp Nou sebagai gelandang bertahan. Ia sempat membela beberapa klub sebelum pensiun seperti Brescia, AS Roma, Al Ahli dan Dorados dengan peran kecil, namun hal itu tak menyurutkan keinginan Barcelona untuk menujuknya sebagai pelatih tim muda mereka , setahun setelah ia gantung sepatu.

Ia mengelola tim muda Barcelona pada tahun 2007, (dan hingga kini Guardiola masih ingin melatih tim muda Barcelona lagi) dan setahun kemudian ia ditunjuk oleh presiden klub saat itu yaitu Joan Laporta, untuk menggantikan Frank Rijkaard. Walhasil, ia berhasil membawa berbagai piala di berbagai kompetisi, bahkan ia merupakan pelatih Spanyol yang berhasil memenangkan seluruh kompetisi domestik dan Eropa.

Piala sextuple yang diraih Pep Guardiola saat menjadi pelatih Barcelona

Piala sextuple yang diraih Pep Guardiola saat menjadi pelatih Barcelona

Sebut saja La Liga, Copa del Rey, Supercopa de España, UEFA Champions League, UEFA Super Cup, FIFA Club World Cup pada akhir kampanye 2008-09, yang membawanya satu satunya pelatih yang menyabet enam piala dalam satu musim (sextuple) hingga saat ini. Ia juga menjadi pelatih termuda yang memenangkan Liga Champions. Sayangnya ia tak melanjutkan pencapaian yang sama di musim berikutnya, walaupun menambahkan delapan piala di tiga musim berikutnya.

Ia pun beralih menuju Jerman untuk mengasuh Bayern Munich pada musim panas 2013. Memang ia tak bisa memborong berbagai piala seperti di Spanyol, namun ia membawa Bayern memenangkan semua gelar Bundesliga dalam tiga tahun kepemimpinannya. Ia pun menambah empat piala lainnya dalam tiga kompetisi yang berbeda.

Pelatih Spanyol itu pun beralih menuju Inggris untuk membela musim panas 2016. Walaupun kesulitan pada awalnya dan tak meraih piala apapun di musim perdananya, namun setelah penyesuaian diri dan perubahan pemain yang signifikan, ia berhasil menyabet tiga piala di musim keduanya. Ia pun membawa City memecahkan 11 rekor di Premier League, seperti menjadi tim yang meraih pion terbanyak hingga saat ini, selisih poin terbanyak hingga saat ini dan lainnya.

Pep Guardiola dan media

Diketahui bahwa Guardiola meninggalkan Barcelona bukan karena ketidak mampuannya mengelola klub untuk dapat lebih baik lagi atau dipecat oleh dewan direksi. Namun ternyata sorotan media yang tajam yang akhirnya memaksanya menjauh dari akarnya, dengan beralih ke Jerman dan Inggris, yang memungkinkan dia bekerja di bawah tekanan yang sedikit lebih rendah.

Guardiola sempat mengungkapkan kepada Movistar Plus tentang pengalamannya menghadapi media hingga saat ini, dan mengatakan, “Setelah bekerja di Barcelona, segalanya jauh lebih bisa diterima. “.

Pep Guardiola merasa media kritik media di Spanyol paling pedas diantara lainnya

Pep Guardiola merasa media kritik media di Spanyol paling pedas diantara lainnya

“Jahatnya dan kejamnya [Media]yang ada di sini [di Spanyol] tidak ada di tempat lain.Saya pikir di Jerman dan di Inggris mereka sangat kritis, tetapi di Spanyol mereka mencoba untuk menyakiti dan mereka tahu di mana harus menyakiti Anda.”.

Mungkin itu adalah alasan mengapa beberapa pelatih yang sedang berada di puncak karirnya di Spanyol mengundurkan diri dari kompetisi La Liga, seperti Zinedine Zidane, Luis Enrique dan beberapa lainnya. Memberikan tekanan kepada seorang individu baik pelatih ataupun pemain memang penting namun jika Guardiola mengungkapkan kritik seperti yang diterima dari pers Spanyol adalah yang paling “pedas”, bisa jadi merugikan kompetisi di Spanyol, yang berujung pada kerugian mereka [media] itu sendiri. Bagaimana menurut anda?

About The Author

46 Comments

  1. caspo777 September 19, 2018
  2. lapak303 September 19, 2018
  3. dewasgp September 19, 2018
  4. macau303 September 19, 2018
  5. jasabola September 19, 2018
  6. bolagg September 20, 2018
  7. nettoto September 20, 2018
  8. mpored September 20, 2018
  9. olympus88 September 20, 2018
  10. lapakpoker September 20, 2018
  11. mpogoal September 20, 2018
  12. klik555 September 20, 2018
  13. qq88bet September 20, 2018
  14. dewagg September 20, 2018
  15. nikita bet88 login September 21, 2018
  16. hoki slot 365 September 21, 2018
  17. pokerbo September 21, 2018
  18. bandartaruhan168 September 21, 2018
  19. cwdbet September 21, 2018
  20. nettoto September 21, 2018
  21. visabet88 September 21, 2018
  22. super88bet September 22, 2018
  23. shienslot September 22, 2018
  24. puncak88 September 23, 2018
  25. slot328 September 23, 2018
  26. dewavegas September 23, 2018
  27. stasiunplay September 23, 2018
  28. slot5000 September 23, 2018
  29. jasapoker September 23, 2018
  30. betslots88 September 23, 2018
  31. mpo365 September 23, 2018
  32. rajasloto September 24, 2018
  33. macau303 September 24, 2018
  34. idncash September 24, 2018
  35. daftar slot online September 24, 2018
  36. bola88 September 24, 2018
  37. mildcasino September 24, 2018
  38. shienslot September 24, 2018
  39. 303vip September 25, 2018
  40. megahoki88 September 25, 2018
  41. tektok777 September 25, 2018
  42. mainqq September 25, 2018
  43. cakrabola September 25, 2018
  44. ovo777 September 25, 2018
  45. slot39 September 25, 2018
  46. daftar slot online September 25, 2018