Alasan Donnarumma Takkan Memenuhi Potensinya di Milan

Gianluigi Donnarumma merupakan salah satu dari 10 pemain U-21 paling mahal di dunia. Sangat jarang pemain berusia 19 tahun memainkan peran sebagai kiper di tim utama di salah satu liga papan atas Eropa. Ia pun dianggap sebagai penerus jangka panjang Gianluigi Buffon, penjaga gawang sensasional Italia, baik saat bersama Juventus maupun bersama timnasnya. Namun sepertinya anggapan ini terlalu berlebihan belakangan ini, bahkan mungkin takkan menyamai prestasi rekan senegaranya. Berikut adalah alasan mengapa Donnarumma tak memenuhi potensinya di Milan.

Profile Gianluigi Donnarumma

Gianluigi Donnarumma muda saat bersalaman dengan CEO AC Milan Adriano Galliani

Gianluigi Donnarumma muda saat bersalaman dengan CEO AC Milan Adriano Galliani

Donnarumma mengasah dirinya di Club Napoli, pada tahun 2003, namun kemudian pada saat usianya 14 tahun, Ia diboyong oleh AC Milan dengan tebusan 250 euro. Ia pun diasah di akademi Milan dan dengan performanya yang menakjubkan, ia dipromosikan di tim utama klubnya sejak tahun 2015 sebagai kiper lapis ketiga. Penampilannya pun memukau dimana ia mampu menyelamatkan beberapa tendangan penalti. Sejak itu ia mulai dipercaya untuk menjaga gawang mereka dan sempat menjadi kiper kedua termuda yang bermain di Serie A setelah Giuseppe Sacchi, 73 tahun lalu.

Hingga saat ini ia telah dimainkan sebanyak 125 kali,  dimana 106 diantaranya ia lakukan di Serie A. Pencapaian yang luar biasa untuk kiper muda sepertinya.

Performa Gianluigi Donnarumma

Penjaga gawang dianggap sebagai pemain yang menghabiskan energi paling sedikit dalam pertandingan namun kesalahan yang dilakukan oleh mereka seperti tato,  mudah dibuat, sulit untuk dihilangkan. Meskipun kewajiban mereka terbatas dalam pertandingan sepakbola, mereka dituntut untuk menjadi pesenam atletik yang mampu pembaca pertandingan dengan sangat baik.

Banyak harapan yang bisa dirajut oleh kiper muda berbakat sepertinya dimana kejayaan mereka di masa muda bisa membuat seperti Gianluigi Buffon dan Iker Casillas, yang memiliki karir yang panjang. Thibaut Courtois dan David De Gea dan masih banyak kiper lainnya juga sedang menjalani hal itu. Namun Donnarumma adalah kasus yang paling mencolok dari beberapa banyak kiper yang ada.

Gianluigi Donnarumma saat menyelamatkan gawang AC Milan

Gianluigi Donnarumma saat menyelamatkan gawang AC Milan

Donnarumma pun menjadi pusat perhatian oleh berbagai pihak, Milan pun memperlakukannya seperti seorang ibu memperlakukan bayi yang baru lahir dan beruntung ia membalasnya dengan menampilkan pertunjukan yang terbaik, mendustakan usianya. Bahkan ia sempat masuk dalam daftar 25 teratas Don Balons sebagai pemain terbaik dibawah 21 tahun. Sayangnya drama baru telah terjadi saat ia menolak perpanjangan kontrak Milan di musim panas 2017.

Drama Gianluigi Donnarumma

Tidak ada orang tua yang menikmati saat pertama kalinya anaknya mengatakan tidak. Kegagalan mereka untuk menandatangani perpanjangan itu berarti Milan bisa kehilangannya hanya dalam satu tahun. Ternyata hal tersebut malah menjadi bumerang untuknya, dimana para pengemarnya kecewa dengan sikapnya. Bahkan mereka melampiaskan frustrasi mereka saat ia menjalankan tugas untuk tim U21 Italia di Kejuaraan Eropa menghadapi Polandia, selama pertandingan para pendukungnya melemparkan uang palsu kepada penjaga gawang Milan itu. Bahkan aksi mereka berlanjut di media sosial tanpa henti.

Gianluigi Donnarumma dilemparkan uang palsu oleh penggemar AC Milan

Gianluigi Donnarumma dilemparkan uang palsu oleh penggemar AC Milan

Mino Raiola selaku Agen Donnarumma, akhirnya menengahi kesepakatan dengan Milan dan akhirnya sang klien menandatangani perpanjangan kontrak empat tahun. Namun nasi telah jadi bubur, para pendukung milan telah kehilangan kepercayaan terhadap kiper mereka. Mereka pun mencemoohnya di berbagai titik di musim ini. Efeknya drastis dan akhirnya Donnarumma bukanlah  pemain yang sama untuk Milan lagi, apapun yang terjadi.

Gianluigi Donnarumma dan AC Milan

Seperti biasanya jika ada seorang kiper telah kehilangan kepercayannya, segala kekesalan dan kekacauan pun terjadi. Milan berjuang untuk mendapatkan pijakannya kompetisi liga Eropa dan akhirnya selesai di urutan keenam di Serie A. Namun Donnarumma telah menelan 42 gol yang membuat banyak orang menyesali performanya.

Saat Milan mencapai final Coppa Italia dengan susah payang menghadapi Lazio, mereka pun menghadapi raksasa italia Juventus. Itu adalah kesempatan mereka untuk memenangkan piala pertama mereka dalam tujuh tahun terakhir. Sayangnya mereka tak mampu berbuat banyak dimana Donnarumma menelan empat buah gol dan rekannya tak mampu membalasnya.

Pada titik ini, telah dipastikan ia tak memiliki banyak kepercayaan dari para penggemarnya dan jika hal ini terus berlanjut, Gianluigi Donnarumma tak memenuhi potensinya di Milan apapun yang terjadi, walaupun menyelamatkan penalti berpuluh-puluh kali dan mencatatkan banyak cleen sheet. Moralnya pun akan menurun saat membela timnya setiap saat. Meskipun demikian, Ia bisa menjadi kiper muda terbaik dunia namun bukan bersama AC Milan. Dan sepertinya sudah saatnya ia untuk memulai hal yang baru di klub yang baru, walaupun di luar Italia.

About The Author