8 MVP Dari 8 Negara Yang Lolos Di 8 Besar Piala Dunia 2018 (Bagian Kedua)

Setelah mengungkapkan empat MVP (Most Valuable Player) dari empat timnas yang masuk delapan besar Piala Dunia 2018,  kali ini GN-mode akan mengungkapkan empat MVP dari empat timnas terakhir yang masuk delapan besar turnamen ini. Inilah mereka

Denis Cheryshev – Rusia

Banyak yang jarang mengetahui tentang pemain timnas Rusia namun beberapa diantaranya bermain di Eropa, Sebut saja Denis Cheryshev yang kini bermain di Swvilla. Pemain jebolan Real Madrid itu sering dimainkan tim cadangan Real Madrid namun sayang ia tak dimainkan oleh tim utama, bahkan lebih sering dipinjamkan, termasuk dengan Sevilla sebelum dipermanenkan.

Denis Cheryshev saat melewati beberapa pemain Saudi Arabia dan cetak gol di Piala Dunia 2018

Denis Cheryshev saat melewati beberapa pemain Saudi Arabia dan cetak gol di Piala Dunia 2018

Namun pemain sayap kiri berusia 27 tahun, telah mencuri perhatian dimana performanya mampu ia pamerkan dalam bentuk sensasional di seluruh turnamen piala dunia ini. Ia pun telah mencetak dua gol saat Rusia mengungguli Arab Saudi di babak penyisihan grup Piala Dunia FIFA 2018, Bahkan ia mencetak sebuah gol saat menghadapi Mesir.

Sayang ia dalam pertandingan menghadapi Uruguay ia melakukan kecerobohan dengan melakukan gol bunuh diri dimenit ke 23 sehingga digantikan pada menit ke 38. Saat menghadapi timnas Spanyol di perdelapan final, Ia dimasukkan di menit ke 60. Namun ia membantu timnya lagi dengan mencetak gol saat adu penalti.

Luka Modric – Kroasia

Walaupun ia bukan seorang striker, namun performanya ditengah lapangan sangat patut diacungi jempol, baik saat menjalani pertandingan bersama Real Madrid atau pun saat bermain bersama timnasnya. Mantan pemain Dinamo Zagreb dan Tottenham Hotspur itu, memang tak mencetak banyak gol namun ia menjadi bagian penting dari kesuksesan Real Madrid di Liga Champions sejak kehadirannya dari tahun 2012 lalu.

Luka Modric mengontrol bola saat berhadapan menghadapi Lionel Messi di Piala Dunia 2018

Luka Modric mengontrol bola saat berhadapan menghadapi Lionel Messi di Piala Dunia 2018

Ia pun dipercaya sebagai kapten kesebelasan dan tampil apik saat membela Kroasia di Piala Dunia tahun ini, dimana akhirnya Kroasia mampu mengalahkan Nigeria, Argentina dan Islandia di babak penyisihan grup untuk mencapai babak 16 besar, bahkan mencetak saat menghadapi Nigeria dan Argentina.

Sayang saat ia dipercaya untuk mengeksekusi tendangan penalti di extra time menghadapi Denmark, ia gagal mengeksekusinya dan memaksa timnya melakukan adu penalti. Dan saat dipercaya untuk kedua kalinya, ia berhasil menyarangkan bola kali ini. Cukuplah untuk membuatnya pantas menjadi MVP dari timnas Kroasia.

Andreas Granqvist – Swedia

Berbeda dengan MVP timnas lainnya, yang umumnya berpredikat sebagai penyerang, Swedia memiliki MVP yang berada di posisi bertahan. Ia adalah kapten ksesebelasan mereka yaitu Andreas Granquist dimana ia juga mampu mencetak dua gol di piala dunia kali ini.

Andreas Granqvist saat mencetak gol menghadapi Korea Selatan di Piala Dunia 2018

Andreas Granqvist saat mencetak gol menghadapi Korea Selatan di Piala Dunia 2018

Bek tengah berusia 33 tahun ini memang telah bermain di beberapa klub Eropa di berbagai negara seperti Wigan Athletic (Inggris), Groningen (Belanda), Genoa (Italia) dan Krasnodar (Rusia) namun ia baru saja kembali ke klub masa kecilnya yaitu Helsingborgs IF pada awal Juli 2018 kemarin sebagai agen bebas. Dan dengan performanya mencetak sebuah gol dalam kemenangan penting menghadapi Korea Selatan dan menghadapi Meksiko, tentu akan membuat klub terakhirnya yaitu Krasnodar, menyesal melepaskan kepergiannya, terutama secara gratis.

Swedia akan menghadapi timnas Inggris di perempat final, dan  kemungkinan besar dalam pertandingan terakhir kalinya di panggung besar Piala Dunia, Ia akan mampu menghentikan langkah Harry Kane dan rekannya   untuk melaju ke babak berikutnya.

Harry Kane – Inggris

Tentu sangat pantas bila MVP untuk timnas Inggris jatuh pada Harry Kane. Pasalnya performa Siapa kapten kesebelasan Inggris itu mampu tampil apik bersama Tottenham Hotspur dalam empat tahun terakhir. Ia pun mampu meraih predikat sebagai top skorer di Premier League 2015–16 dan  2016–17 walaupun belum mampu membawa klubnya meraih gelar juara di turnamen tersebut.

Harry Kane saat merayakan hat trick menghadapi timnas Tunisia di Piala Dunia 2018

Harry Kane saat merayakan hat trick menghadapi timnas Tunisia di Piala Dunia 2018

Memang menjelang babak kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Eropa, ia hanya mencetak lima gol, namun hingga saat ini dari babak penyisihan grup, ia menjadi top skorer dengan mencetak enam gol. Dua diantaranya saat menghadapi Panama, tiga saat menghadapi Tunisia dan terakhir saat menghadapi Kolombia di babak perdelapan final. Mungkin jika dilibatkan di pertandingan menghadapi Belgia, ia akan menambahkan angkanya, namun Gareth Southgate mengistirahatkannya untuk pertandingan yang lebih penting.

Selain kemampuan visinya melihat peluang gol, ia juga tenang dalam mengeksekusi tendangan penalti, terbukti ia mampu mengkonversi 3 dari 3 penalti yang dibebankan kepadanya. Tak mudah untuk mengatasi beban tersebut apalagi membawa nama negara dipunggungnya. Hattrick-nya melawan Panama juga membuat dirinya menjadi pemain kedua dari timnas Inggris berhasil yang mencetak hattrick di level Piala Dunia. Dan itulah mengapa ia cukup pantas menjadi MVP timnas Inggris hingga saat ini, apalagi jika ia mampu membawa negaranya mendekati piala di turnamen ini.

Dengan keempat MVP dari delapan timnas yang masuk delapan besar Piala Dunia 2018 maka lengkaplah sudah delapan dari delapan dari delapan timnas yang masuk delapan besar Piala Dunia 2018.  Bagaimana pendapat anda, apakah Anda setuju?

About The Author