5 Manajer Terburuk Dalam Satu Dekade Terakhir

Diartikel sebelumnya gn-mode telah mengungkapkan 5 manajer terbaik dalam satu dekade terakhir. Namun hal ini ternyata menggelitik untuk mencari fakta siapakah manajer terburuk dalam satu dekade terakhir. Mungkin mereka sedang mengalami waktu yang tak tepat di tempat yang tepat karena pada dasarnya tak ada yang buruk mengingat pencapaian mereka hingga saat ini. Namun inilah kenyataan yang ada, 5 manajer terburuk dalam satu dekade terakhir.

5. Gary Neville – Valencia

Neville merupakan pemain bintang Manchester United yang berposisi sebagai bek kanan di sepanjang karir sepak bolanya. Ia pun memainkan peran bersama klubnya meraih penghargaan gelar juara Premier Leuage (8), Liga Champions (2), FA Cup (2), Football League Cup (2), FA Community Shield (3), Intercontinental Cup (1) dan FIFA CWC (1), diluar penghargaan individual lainnya.

Setelah mengakhri karirnya di United, Ia menjadi asisten pelatih timnas Inggris, dan sempat dipercaya oleh Valencia sebagai manajer baru mereka pada bulan Desember 2015, menggantikan Salvador González yang mengisi kekosongan yang ditinggalkan Nuno Espírito Santo dua hari sebelumnya. Dia diserahkan kontrak lima bulan dengan tujuan mengamankan tempat Liga Champions pada akhir musim.

Gary Neville saat melatih Valencia

Gary Neville saat melatih Valencia

Saat itu Valencia berada di urutan kesembilan selisih lima poin dengan tempat keempat. Banyak yang mempertanyakan keputusan Valencia menunjuk Neville karena kurangnya pengalaman melatih dan tidak lancar berbahasa Spanyol. Hasilnya mudah ditebak, dipertandingan pertamanya ia membuat Valencia tersingkir dari Liga Champions setelah menelan kekalahan melawan Lyon. Delapan pertandingan berikutnya adalah mimpi buruk bagi klub karena Neville gagal mencatat kemenangan. Hal tersebut diperparah saat Valencia menghadapi Barcelona di semi-final Copa Del Ray dimana Barca melumat mereka dengan skor 7-0. Fans pun meminta pengunduran diri bintang timnas Inggris itu.

Valencia juga tersingkir dari Liga Europa menyusul kekalahan melawan Bilbao. Pada 30 Maret 2016, Gary Neville pun dipecat sebagai manajer Valencia, saat tersisa satu bulan dalam kontraknya. Dia meninggalkan Valencia di tempat ke-14 di liga, enam poin di atas zona degradasi

4. Roy Hodgson – Liverpool

Hodgson merupakan pemain bertahan klub papan bawah Inggis dan menjadi pelatih muali 1976 lalu. Ia pun sempat melatih berbagai klub seperti Inter Milan, Blackburn Rovers, Copenhagen, Udinese, Fulham, Liverpool, West Brom dan Crystal Palace. Ia juga sempat melatih timnas Swiss, Uni Emirat Arab, Finlandia, dan timnas Inggris namun tak ada yang bertahan lama, lebih dari empat tahun.

Pada tanggal 1 Juli 2010, Ia diangkat sebagai manajer Liverpool. Saat itu Liverpool mengakhiri musim di urutan ketujuh saat Rafael Benitez dan menuai banyak kontra dengan keputusan mengganti Benitez. Apalagi saat itu hasilnya terlihat dimana dari delapan pertandingan pembukaan liga, mereka hanya memenangkan satu laga saja , Hodgson tampak seperti tak terorganisir.

Roy Hodgson saat melatih Liverpool

Roy Hodgson saat melatih Liverpool

Pada akhir Oktober, terdengar kabar bahwa Hodgson akan diberhentikan dan saat itu Liverpool berada di posisi ke-19 klasemen. Namun hal tersebut terlaksana saat Hodgson meninggalkan klub dengan persetujuan bersama pada tanggal 8 Januari 2011, dimana Kenny Dalglish menjadi penggantinya.

3. Diego Maradona – Argentina

Maradona pernah menjadi pemain bintang di Argentinos Junior, Boca Junior, Barcelona, Napoli dan Sevilla, namun ia lebih terkenal saat ia membawa Argentina meraih Piala Dunia 1986. Ia pun sempat melatih Mandiyú de Corrientes, dan Racing Club namun hanya tak sampai setahun. Tiga belas tahun kemudian, ia mengusulkan pencalonannya untuk peran sebagai manajer Argentina pada November 2008, padahal ia tak pernah melatih lagi selama 13 tahun terakhirnya.

Hasilnya terlihat dimana walaupun telah memenangkan tiga pertandingan pertamanya, ia memimpin kekalahan 6-1 atas Bolivia, menyamai kekalahan terburuk timnya. Argentina berada di tempat kelima dan menghadapi hampir tidak lolos babak kualifikasi namun dua kemenangan dalam dua pertandingan terakhir menyelamatkan mereka.

Maradona menggunakan bahasa kasar pada konferensi pers pasca pertandingan langsung. FIFA menanggapi insiden itu dengan kuat dan manajer itu didenda dan dilarang untuk mengasuh timnya untuk sementara, dengan peringatan untuk perilaku masa depannya. Namun beruntung bahwa selama larangan Maradona, Argentina hanya bermain menghadapi laga persahabatan, menghadapi Catalonia, dan kalah 4-2.

Diego Maradona saat menjadi pelatih Argentina

Diego Maradona saat menjadi pelatih Argentina

Di Piala Dunia FIFA 2010, Argentina berhasil memenangkan babak grup dan dihadapkan timnas Meksiko di babak 16 besar. Mereka berhasil menaklukan Meksiko dengan skor 3-1 dan melaju menghadapi Jerman di perempatfinal. Sayangnya saat itu Argentina dipermalukan dengan skor 0-4. Saat itu Messi menyelesaikan turnamen tanpa gol.

Terlihat saat itu Argentina bermain dengan bakat yang dimiliki pasukannya namun tidak pernah terlihat kuat dalam hal taktik. Jelas pengalaman Maradona dalam mengasuh tim kurang berperan, dimana ia membuat pertahanan Argentina terlihat lemah dan kecepatan lini tengah sangat kurang. Pada 27 Juli 2010, AFA mengumumkan bahwa mereka memutuskan untuk tidak memperbarui kontrak Maradona.

2. Rafael Benitez – Real Madrid

Setelah memecat Carlo Ancelotti yang meraih juara Liga Champions pada tahun 2015, Madrid menunjuk Benitez sebagai manajer mereka. Ia didatangkan setelah memiliki pengalaman sebagai pemain, dan pelatih diberbagai klub seperti Valencia, Liverpool, Inter Milan, Chelsea dan Napoli. Ia pun sempat meraih piala La Liga, Liga Champions, Liga Eropa dan lainnya. Tentu hal ini membuat harapan Madrid membesar apalagi setelah melihat Barcelona mengangkat treble sebelumnya.

Benitez memiliki awal yang mengesankan dimana ia membawa Madrid memenangkan sepuluh pertandingan perdana mereka. Kekalahan pertamanya saat menghadapi Sevilla ternyata berdampak buruk untuk pertandingan selanjutnya.

Rafael Benitez saat membela Real Madrid

Rafael Benitez saat membela Real Madrid

Real menghadapi Cadiz di Copa del Ray dan di leg kedua mereka didiskualifikasi karena menurunkan pemain yang tidak memenuhi syarat dimana Denis Cheryshev sedang diskors namun Benitez , malah melanjutkannya. Hanya sedikit yang mengharapkan kesalahan seperti ini di level atas.

Hal tersebut ditambah saat ia membawa Madrid menghadapi musuh bebuyutannya Barcelona, namun, mereka malah menelan empat gol tanpa balas. Dan kejadian itu membuat kontraknya diberhentikan pada tanggal 4 Januari 2016 dengan alasan tidak populer dengan pendukung, ketidaksenangan dengan pemain dan kegagalan untuk mendapatkan hasil yang baik melawan tim papan atas.

1. David Moyes – Manchester United

Kubu setan merah sangat berjaya dibawah asuhan Sir Alex Ferguson. Dan saat ia meninggalkan kursi kepelatihan pada tahun 2013, Ia merekomendasikan David Moyes karena pengalamannya di Premier League yang menarik bersama Preston North End dan Everton. Moyes yang tidak pernah menawarkan dirinya untuk pekerjaan itu pun menerimanya.

Namun apa yang terjadi, performanya jauh dari kata sempurna, bahkan baik saja tidak. Semua catatan yang diukir oleh Sir Alex di dinding Old Trafford dihancurkan oleh Moyes. Kubu setan merah itu tidak pernah tampil sebagai layaknya juara bertahan. Moyes sempat membawa MU mengalami 15 kali kekalahan dan 9 kali imbang dari 51 pertandingannya. Tim-tim seperti Swansea, Crystal Palace, Cardiff City yang tidak pernah mendapatkan poin menghadapi United, mereka bisa bagaia mengalahkan raksasa Liga Inggris itu.

David Moyes saat melatih Manchester United

David Moyes saat melatih Manchester United

Akhirnya Ia dipecat pada tanggal 22 April 2014 dimana United tersingkir dari setiap kompetisi dan berakhir di urutan ketujuh liga. Manchester United akhirnya hilang dari sepakbola Eropa setelah 34 tahun selalu meramaikan kompetisi di benua tersebut.

Demikianlah 5 manajer terburuk dalam satu dekade terakhir menurut GN-mode. Mungkin masih ada manajer terburuk lainnya namun kelima inilah yang cukup serius terutama saat membawa nama besar klub raksasa sepak bola Eropa. Bagaimana menurut Anda?

About The Author