Klopp Akui Dirinya Bukan Pelatih Jenius

Belakangan, banyak yang menyebut Jurgen Klopp sebagai pelatih jenius, terutama setelah membawa tujuh kemenangan daru tujuh pertandingan secara beruntun bersama Liverpool. Namun pelatih asal Jerman itu sendiri bersikeras dengan mengatakan bahwa ia bukanlah pelatih yang jenius namn sebagai ia hanya membuka potensi yang sudah ada.

Liverpool vs Southampton

Dalam pertandingan putaran keenam Premier League kemarin, Liverpool berhasil meraih kemenangan lagi saat menjamu Southampton di Anfield dengan skor memuaskan. Mereka mampu menghasilkan tiga angka tanpa balas bahkan dari babak pertama, dimana mereka mendominasi pertandingan di kedua babaknya, baik penguasaan bola maupun menciptakan peluang.

Xherdan Shaqiri saat membela Liverpool menghadapi Southampton September 2018 3-0

Xherdan Shaqiri saat membela Liverpool menghadapi Southampton September 2018 3-0

Di sepuluh menit pertama, Xherdan Shaqiri mencoba keberuntungannya saat menembakan bola dari jarak dekat, dan tak diduga malah terpantul Jannik Vestergaard dan terpantul lagi oleh Wesley Hoedt. Namun kali ini, bola melejit keperut gawang. Skor pun menjadi 1-0.

Skor itu tak berlangsung lama karena Joel Matip melakukan lompatan tinggi diantara kerumunan dan menanduknya langsung ke kiri gawang, membuat skor menjadi 2-0. Sementara sebelum turun minum, Shaqiri mencoba melakukan tendangan bebas langsung namun menyentuh mistar gawang. Beruntung Salah segera maju dan menyelesaikannya dengan baik. Skor pun tetap bertahan hingga babak kedua berakhir.

Jurgen Klopp dan Liverpool

Banyak pihak terutama pendukung Liverpool, yang senang atas kemenangan beruntun The Reds di musim ini. Mereka pun memujinya sebagai pelatih yang jenius, yang memungkinkan mereka berpeluang meraih gelar juara Premier League, setelah absen hampir tiga dekade terakhir. Namun ia membantahnya. Ia pun mengatakan, “Kami tumbuh selangkah demi selangkah. Klub, tim, semuanya. Mudah-mudahan itu tetap seperti ini.”.

“Namun, Saya bukan seorang jenius. Saya tahu tentang potensi klub dan stadion karena semua orang tahu tentang itu. “.

Jurgen Klopp pasca pertandingan Liverpool vs Southampton September 2018 skor 3-0

Jurgen Klopp tepis gelar pelatih jenius walau cetak tujuh kemenangan dalam tujuh laga terakhirnya

“Tentu saja berbeda [sekarang] tetapi timnya berbeda dan kami menang selangkah demi selangkah. Jika saya akan mengatakan tiga tahun yang lalu, kami akan memiliki atmosfer yang lebih baik di stadion dan memenangkan lebih banyak pertandingan kandang maka itu bukan apa-apa. Orang-orang akan mengharapkan itu. “.

“Kami ingin memenangkan sesuatu tetapi kami tidak tahu kapan itu akan terjadi. Kami tidak memiliki petunjuk, jadi kami harus memiliki waktu terbaik dalam hidup kami sampai itu terjadi. Memahami kinerja, memahami hasil, memahami suasana, telah menjadi waktu terbaik sampai itu terjadi. “.

“Ketika itu terjadi kita harus mulai lagi. Jika tidak terjadi, kita harus mencoba lagi. Begitulah hidup dan sepakbola. ”.

Liverpool vs Chelsea

Liverpool  akan menghadapi Chelsea dua kali secara beuntun dalam waktu yang sangat berdekatan. Pada tanggal 27 September pukul 01.45 WIB,mereka akan menjamu Chlesea dalam kompetisi Carabao Cup dan bertandang ke markas mereka dua hari kemudian, pukul 23.30 WIB dalam kompetisi Premier League.

Ia pun mengatakan,  “Chelsea datang di momen yang sangat bagus. Namun Saya tidak mengerti mengapa orang selalu mengatakan ini tentang City dan Liverpool [untuk perebutan gelar juara Premier League] dan lupa bahwa Chelsea juga sempat memenangkan pertandingan dengan cara yang cukup mengesankan. Kemudian lagi Chelsea pada hari Sabtu. Itu tidak masalah.”.

Walaupun Jurgen Klopp mengakui dirinya bukan pelatih yang jenius namun karyanya hingga saat ini menunjukkan hal itu. Perjalanannya mungkin masih panjang di musim ini, namun tujuh kemenangan dalam tujuh pertandingan secara beruntun merupakan modal yang baik, untuk dapat meraih kejayaan di lintas domestik maupun internasional. Bagaimana menurut anda?

About The Author