Kesalahan Terburuk Yang Dilakukan Oleh Lima Manajer Top

Seorang manajer sepakbola merupakan jantung dan jiwa dari sebuah tim yang diasuhnya dimana ia memberikan kontribusi besar bagi keberhasilan tim dengan strategi yang mapan, meningkatkan moral mereka dilapangan sampai perekrutan pemain. Namun ada kalanya seorang manajer melakukan kesalahan yang membawa bencana di seluruh musimnya. Dan setidaknya kami melihat kesalahan terburuk yang dilakukan oleh lima manajer top dalam satu dekade terakhir.

5. Jose Mourinho membiarkan Kevin De Bruyne pergi

Mourinho merupakan salah satu manajer hebat dalam satu dekade terakhir. Ia selalu membawa timnya meraih berbagai Piala dan merupakan salah satu tokoh paling kontroversial dalam sejarah sepakbola, saat mengungkapkan pendapatnya ke media. Meskipun ada beberapa keputusannya membuat banyak pihak kebingungan, namun yang paling terburuk adalah saat ia melatih Chelsea dan membiarkan pemain asal Belgia Kevin De Bruyne pergi dari Stamford Bridge.

Memang Ia direkrut oleh Chelsea pada musim panas 2012 lalu dari KRC Genk, namun sayangnya ia langsung dipinjamkan menuju Werder Bremen. Dan saat kembali bersama Chelsea yang diasuh oleh pelatih baru yaitu Mourinho, Ia juga sangat jarang digunakan, bahkan dilepaskan menuju Wolfsburg pada Januari 2014. Dan sepertinya pemain Belgia itu mulai membuktikan nilainya di Jerman , bahkan  membuat Manuel Pellegrini tertarik dan merekrutnya menuju Manchester City, pada musmi panas 2015-16 lalu dengan tebusan 55 juta euro, tiga kali lipat dibandingkan saat Chelsea menjualnya ke Wolfsburg.

Jose Mourinho membiarkan Kevin De Bruyne tinggalkan Chelsea

Jose Mourinho membiarkan Kevin De Bruyne tinggalkan Chelsea

Kini de Bruyne merupakan salah satu pemain terbaik di Premier League dan menjadi salah satu pemain penting di Manchester City yang diasuh oleh Pep Guardiola. Dan kemungkinan besar Mourinho menyesal karena tidak percaya padanya saat mengasuh Chelsea.

4. Sir Alex Ferguson membiarkan Paul Pogba pergi

Tak dapat dipungkiri bahwa Ferguson merupakan salah satu manajer hebat sepanjang masa dimana ia mengasuh Manchester United selama 27 tahun. Ia pun membawa 38 trofi, termasuk 13 liga Premier League dan dua liga Champions dan sederet penghargaan individu lainnya.

Ia sendiri sempat mengakui kesalahan terbesarnya adalah keputusannya untuk pensiun pada tahun 2001, namun kesalahan tersebut bukanlah yang dimaksud disini karena ia telah menempatkan tahun-tahun setelahnya dengan menjadi warisan yang tak ada bandingannya, dibandingkan jika ia meneruskan menjadi pelatih namun mengakhirinya dengan buruk.

Kesalahan terbesarnya adalah saat membiarkan Paul Pogba pergi sebelum waktunya. Ia sendiri yang membawa Pogba ke Old Trafford pada tahun 2009, dan tampil cemerlang dengan tim yunior mereka. Namun kurangnya kesempatan dengan tim senior telah meningkat rasa frustrasinya dan membuat perkembangannya terhambat dan akhirnya membuatnya berpisah.

Sir Alex Ferguson membiarkan Paul Pogba pertgi tinggalkan Manchester United

Sir Alex Ferguson membiarkan Paul Pogba pertgi tinggalkan Manchester United

Pemain asal Prancis itu dilepaskan klub seharga 800 ribu poundsterling dan setelah penampilannya yang apik bersama Juventus, kubu setan merah mengontraknya kembali dengan harga 89 juta poundsterling, rekor tertinggi klub membeli seorang pemain. Pogba sendiri mengakui bahwa Ferguson merupakan alasan utama dia pergi.

Meskipun pelatih asal Skotlandia itu tidak mengakui kesalahan tersebut, dan membiarkan Pogba pergi, namun dampaknya membuat United harus menebus mahal sang pemain dan ini merupakan kesalahan terbesarnya.

3. Bencana Bayern Munich Pep Guardiola

Satu dari lima manajer terbaik dalam satu dekade terakhir ini sendiri telah mengakui kesalahan terburuknya selama karir kepelatihan. Bukan transfer pemain, melainkan strategi yang ia mainkan saat mengasuh Bayern Munich. Walaupun ia telah meraih gelar gelar Bundesliga tiga tahun secara beruntun dan empat piala lainnya dalam tiga kompetisi lainnya, namun ia menyesali meninggalkan Bayern tanpa trofi Liga Champions.

Sebenarnya ia berpeluang besar membawa Bayern Munich masuk ke babak final saat menghadapi Real Madrid di putaran semi final leg pertama Liga Champions musim 2013-14 di Santiago Bernabeu. Bayern mendominasi penguasaan bola namun gol Karim Benzema membuat mereka kalah dalam pertandingan tersebut. Hal yang mengejutkan adalah leg kedua di Allianz Arena dimana seharusnya mereka unggul dikandang sendiri malah mereka dilumat dengan skor 4-0.

Pep Guardiola akui kesalahan terbesarnya mengbah taktik yang ada saat menghadapi Real Madrid di Liga Champions pada 2013-14

Pep Guardiola akui kesalahan terbesarnya mengbah taktik yang ada saat menghadapi Real Madrid di Liga Champions pada 2013-14

Pasalnya Pep terlalu memikirkan hasil timnya dengan menciptakan sistem pertahanan tiga orang dan memastikan mereka menggagalkan serangan balik Real. Beberapa hari sebelum pertandingan, dia berpikir 4-2-3-1 akan lebih sukses. Namun beberapa jam sebelum pertandingan, ia berubah pikiran lagi dan mengedepankan sistem 4-4-2 yang sangat menyerang.

Dan ini ternyata menjadi bencana karena para pemain Bayern tampak tidak yakin dengan keputusan sang pelatih. Mereka linglung selama serangan balik dan berusaha bangkit dalam kesalahan, namun pada akhirnya dua gol dari Sergio Ramos dan Cristiano Ronaldo membungkap Bayern Munich saat itu. Dan kini kegagalannya memenangkan Champions League menjadi terus menghantui dirinya.

2. Arsene Wenger – “Saya hampir menandatangani ..”

Tak diragukan lagi, pelatih asal Prancis tersebut sangat brilian dalam merekrut pemain, walaupun sayangnya telah dirusak karena perjalanannya tanpa trofi liga dari 2004-2013 sama sekali dan ketidakmampuannya untuk bermain baik di kompetisi Eropa. Sebut saja pemain yang direkrutnya seperti dari Dennis Bergkamp hingga Mesut Ozil, dimana semuanya menjadi pemain bintang. Meskipun demikian, Ia sempat menyesali beberapa pemain yang gagal ia rekrut.

Vincent Kompany sedang digoda Arsene Wenger untuk menjadi pemain Arsenal

Vincent Kompany sedang digoda Arsene Wenger untuk menjadi pemain Arsenal

Mulai dari Vincent Kompany yang hampir ia tanda tangani untuk menggantikan Sol Campbell, hingga Didier Drogba. Sementara belum lama ini, ia juga telah mengamati Dimitri Payet namun tak mengejarnya serta ia juga tak merekrut Rafael Varane dan Angel Di Maria saat masih muda. Tentu hal itu takkan menjadi ‘seandainya’ dan takkan menjadi penyesalan terbesar dirinya.

1. Rafael Benitez menjual Xabi Alonso untuk Gareth Barry

Nah yang satu ini bisa dibilang kesalahan manajerial terbesar dalam satu dekade belakangan, pasalnya hal ini menjadi alasan utama untuk kejatuhan Liverpool setelah musm 2009.

Memang awalnya ia direrkut Liverpool pada tahun 2004 setelah mengasuh Valencia meraih dua gelar La Liga. Ia pun membawa Xabi Alonso dari Real Sociedad dan akhirnya ia menjadi bagian penting dari tim yang memenangkan Liga Champions, setelah hampir dua dekade mereka gagal meraihnya.

Pemain asal Spanyol membentuk kemitraan yang mematikan dengan kapten Steven Gerrard di tengah taman dan pengaruhnya di tim tak tertandingi. Namun Benitez mengatakan kepada Xabi  bahwa dia bisa meninggalkan klub pada tahun 2008, setahun setelah Liverpool mencapai Final Liga Champions lagi.

Tentu saja rekannya yang menjadi pakar sepak bola seperti Steven Gerrard dan Jamie Carragher mengecam tindakan tersebut dan disebut bodoh, walaupun Liverpool menjual Alonso ke Real Madrid seharga £ 30 juta. Pasalnya Benitez ingin mendapatkan sejumlah dana untuk merekrut pemain lain diantaranya Gareth Barry.

Barry bukanlah pemain yang buruk, namun menjual Alonso untuk membelinya adalah hal yang buruk. Akibatnya kepergian Alonso meninggalkan lubang yang menganga di lini tengah untuk Liverpool dan kesepakatan Barry tidak pernah terjadi. Dan setahun setelah penjualannya, Liverpool tampil buruk dan akhirnya Benitez meninggalkan klub.

Rafael Benitez menjual Xabi Alonso menuju Real Madrid

Rafael Benitez menjual Xabi Alonso menuju Real Madrid

Alonso sendiri melanjutkan karirnya dengan memenangkan Piala Dunia dan dua Euro untuk timnas Spanyol, ditambah trofi Liga Champions serta piala lainnya dengan Real Madrid. Dan saat ia beralih menuju Bayern Munich, ia juga meraih berbagai Piala, diantaranya tiga kali Bundesliga dan piala lainnya. Dan tanpa diragukan lagi, keputusan untuk menjual Xabi Alonso merupakan kesalahan terbesar Benitez hingga saat ini.

Demikianlah kesalahan terburuk yang dibuat oleh lima manajer top dalam satu dekade terakhir. Menurut Anda, siapakah yang paling terburuk diantara mereka? Salah taktik yang menyebabkan gagal meraih Piala? Tak membeli pemain berbakat padahal sudah tahu? Atau menjual pemain inti yang menghancurkan seluruh tim?

 

About The Author