Hal Yang Harus Dipelajari Mourinho Dari Ferguson

Masa depan pelatih Manchester United yaitu Jose Mourinho saat ini sedang dibicarakan banyak pihak. Padahal jika melihat prestasinya bersama klub papan atas Eropa, rasanya ia masih pantas diberikan kesempatan setidaknya hingga musim ini usai. Namun ada baiknya ia belajar dari suksesor sebelumnya, dan inilah hal yang harus dipelajari Mourinho dari Sir Alex Ferguson.

1. Tak menciptakan jarak dengan pemainnya

Tak dipungkiri ia memiliki banyak pemain bintang yang berpotensi menjadi senjata utamanya, namun entah mengapa sepertinya ia telah mengasingkan para pemainnya (terutama bintang-bintang dengan nama besar). Sebut saja Marcus Rashford, Anthony Martial, Paul Pogba dan lainnya. Belum lagi pemain yang ia lepaskan diawal seperti Wayne Rooney dan Henrikh Mkhitaryan yang sebenarnya dengan kemampuannya, Mourinho bisa memoles mereka lebih baik.

Jose Mourinho memiliki hubungan yang tak harmonis dengan pemain Manchester United

Jose Mourinho memiliki hubungan yang tak harmonis dengan pemain Manchester United?

Hal tersebut terbukti dengan banyaknya kritik dari mantan pemain dan pakar sepak bola. Namun sebenarnya masalahnya lebih mudah untuk mendapatkan solusinya. Ia perlu merangkul pemainnya lebih baik lagi, yang akan mengangkatnya saat mereka meraih trofi. Namun sepertinya hal ini cukup sulit mengingat betapa terkenalnya ia keras kepala dan kaku.

2. Tak menciptakan ketakutan dengan pemainnya

Di era Ferguson, Ia menciptakan iklim ketakutan di antara oposisi lawan, bahkan terdapat kutipan yang terkenal dimana para lawan akan kalah sebelum pertandingan dimulai (terutama di Old Trafford). Hal ini wajar dimana saat itu mereka menghadapi tim bertabur bintang seperti Wayne Rooney, Cristiano Ronaldo, Ryan Giggs, Paul Scholes, dan Rio Ferdinand.

Salah satu duet maut lini depan ciptaan Sir Alex Ferguson (Cristiano Ronaldo dan Wayne Rooney)

Salah satu duet maut lini depan ciptaan Sir Alex Ferguson (Cristiano Ronaldo dan Wayne Rooney)

Namun Mourinho sebaliknya. Ia justru menciptakan budaya ketakutan diantara para pemain membuat mereka takut untuk menyerang dan gelisah dalam pertahanan. Rival mereka tak akan begitu gentar mendengan nama Paul Pogba, Alexis Sanchez, dan Romelu Lukaku. Mereka tidak memiliki tingkat ketakutan yang sama. Bahkan timnya dikalahkan oleh klub yang baru dipromosikan ke Premier League di dua musim lalu, Brighton.

3. Pemilihan pemain yang tepat di bursa transfer

Manchester United merupakan klub raksasa Inggris yang memiliki banyak amunisi dana di kantongnya. Namun Mourinho tak memanfaatkannya dengan baik. Ia tak memilih apa yang ia butuhkan, sesuai dengan taktiknya dan gaya permainannya. Manchester City mengeluarkan dana besar seusai dengan kebutuhannya yaitu mempermuda rata-rata usia pemainnya serta menambah kecepatan dalam berbagai hal. Sementara Liverpool memboyong pemain yang tepat untuk meningkatkan pertahanan dan lini tengahnya.

Mourinho sempat diberi kesempatan dua musim. Namun kini di musim ketiganya terlihat bahwa ia diberi mosi tidak percaya oleh dewan di bursa transfer musim panas ini. Belum lagi perbedaan pendapat antara pemain dengannya yang menunjukkan hal-hal yang tidak seharusnya di Old Trafford, yang membuat enggan untuk mengeluarkan dana yang tak sesuai ‘value for money’-nya.

4. Formasi andalan

Dari sudut pandang taktis murni, bawah Sir Alex Ferguson, United memilih formasi 4-4-2 tradisional paling sering digunakan. Ia selalu menjadi penggemar setidaknya dua striker di depan. Tidak mengherankan jika duet penyerang yang dimilikinya awet dari tahun ke tahun. Sebut saja pasangan Rooney dan Ronaldo, Cole dan Yorke, Rooney dan Van Persie. Ada baiknya ia menggunakan formasi yang sama dan meng-copy strategi lainnya dimana seharusnya ia memiliki data lengkap di inventory klub.

Di bawah Ferguson, penekanannya United adalah menyerang, yang menjelaskan jumlah kemenangan comeback yang sempat mereka nikmati. Mereka akan menghabisi semua tim besar dan mengunyah tim yang lebih kecil, karena lawan mereka tidak bisa mengatasi sumber daya menyerang United. Mereka sempat tercatat 11 tahun tak terkalahkan melawan Spurs antara tahun 2001 dan 2012. Sulit untuk membayangkan hal seperti itu pada mereka saat menghadapi Spurs saat ini. (cek Prediksi Skor Liga Inggris Manchester United vs Tottenham Hotspur, 28 Agustus 2018)

Sir Alex ferguson dan Jose Mourinho

Sir Alex ferguson dan Jose Mourinho

Tak ada salahnya Jose Mourinho belajar dari suksesor sebelumnya, Sir Alex Ferguson. Bahkan jika perlu berkonsultasi kepadanya. Bukan karena ia tak mampu mengelola suatu klub, namun lebih kearah mempelajari filosofi United agar sehingga lebih mudah memuluskan langkahnya meraih kejayaan.

About The Author