Bagaimana Langkah Chili dan Belanda Setelah Gagal Lolos Menuju Piala Dunia 2018

Telah diketahui dalam Piala Dunia 2018 dimana diadakan di Rusia, ada beberapa negara yang menjadi unggulan yang gagal ke babak final kualifikasi, seperti negara Italia, Amerika Serikat, Chile, dan Belanda. Tentu hal tersebut membuat kecewa para pendukungnya dan juga pihak yang terlibat didalamnya termasuk para pemainnya. Sebelumnya kami telah akan membahas bagaimana mereka menghadapi kegagalan yang telah terjadi dan yang menjadi masalah terbesar yang dihadapi tim nasional mereka untuk timnas Amerika dan Italia namun kini kita beralih menuju Chile dan Belanda.

Timnas Chili

Timnas Chili kalah oleh Barcelona saat Piala Dunia 2018

Timnas Chili kalah oleh Barcelona saat Piala Dunia 2018

Chili gagal lolos kebabk kualifikasi Piala Dunia Zona Amerika Selatan, dimana mereka bertengger diperingkat keenam, satu peringkat dibawah Peru. Salah satu faktornya adalah mereka hanya memenangkan satu dari empat laga terakhir mereka, dimana saat itu mereka ditekuk oleh Brasil, Paraguay dan Bolivia. Kalah menghadapi Brasil cukup wajar, namun menghadapi Paraguay dan Bolivia yang berada di bawah mereka di papan klasemen, cukum mengecewakan.

Jika ditunjau lebih jauh, mereka sepertinya memiliki masalah yang sama negara-negara Amerika Selatan lainnya, yang telah terbukti sebagai hambatan bagi mereka, yaitu Bagaimana cara untuk mengganti generasi emas?

Peru dan Kolombia mulai perlahan-lahan mengatasinya, terutama setelah masa kejayaan 1982 (Peru) dan 1998 (Kolombia). Paraguay juga sama seperti Chili, yang masih berkutat dengan diri mereka sendiri terutama setelah 2010 lalu.

Chili sendiri memiliki punggawa seperti  Alexis Sanchez, Arturo Vidal, Gary Medel dan Mauricio Isla yang telah merintis dari timnas U-20 pada tahun 2007 lalu dan kemudian membentuk grup paling sukses di Chili sepanjang masa.

Mereka diasuh oleh Jaun Antonio Pizzi, yang mengambil alih sejak akhir Januari 2016, namun sayangnya, dari 29 laga yang dikomandoinya, ia hanya mampu memenangkan 11 pertadingan yang ditebus dengan 12 kekalahan. Dengan kegagalannya tersebut, terutama membuat Chili gagal ke Piala Dunia, mantan pemain Barcelona akhirnya digantikan oleh Reinaldo Rueda, yang tak pernah menjadi pemain sepak bola namun telah melatih klub sejak 1994 lalu. Belum diketahui taktik mereka kali ini akan mampu mendongkrak performa tim.

Timnas Belanda

Timnas Belanda Menang saat hadapi Swedia namun tidak lolos Piala Dunia 2018

Timnas Belanda Menang saat hadapi Swedia namun tidak lolos Piala Dunia 2018

Sebenarnya Belanda memiliki poin yang sama dengan Swedia, namun sayangnya selisih gol masuk dan kemasukkan membuat mereka harus mengurungkan niatnya untuk menjadi penghalang tangguh di Piala Dunia 2018. Swedia memiliki selisih 17 gol sementara Belanda hanya sembilan, yang membuat tiga kemenangan dipertandingan terakhir mereka sia-sia.

Disinyalir, gaya bermain mereka sudah ketinggalan zaman, pasalnya mereka selalu melakukan passing lambat kesamping, sementara sebagian besar lawan mereka  menunggu untuk memotong umpan itu, dan langsung menyerangnya. Selain itu, sebagian besar pemain mereka secara fisik mulai melemah dan melambat oleh standar permainan modern.

Kemungkinan besar timnas Belanda telah berhenti berpikir untuk meningkatkan strategi di sepak bola. Memang mereka memiliki Johan Cruyff, yang tumbuh cemerlang di usia tua namun mereka pikir mereka telah mencapai kesempurnaan seperti pada tahun 90-an dan bisa berhenti.

Pekerjaan pelatihan terbesar negara itu tetap disediakan untuk anggota klub anak laki-laki tua sepak bola dan kandidat asing diabaikan. Permainan serangan balik dalam satu dekade terakhir cocok dengan Arjen Robben, tetapi sekarang pemain 34 tahun itu telah pensiun dari tim nasional.

Mereka juga memiliki segudang pemain berpengalaman, mulai dari Stefan de Vrij, Virgil van Dijk, Kevin Strootman, Memphis Depay, Arjen Robben dan masih banyak lagi, namun sepertinya mereka harus berbenah diri dan mencari kombinasi strategi yang baik untuk mereka.

Pelatih mereka yaitu Dick Advocaat, akhirnya digantikan oleh Ronald Koeman, padahal pengalamannya melatih klub bahkan timnas sangat banyak, mulai timnas Uni Emirat Arab, Korea Selatan, Belgia, Rusia, Serbia bahkan timnas Beland, namun sepertinya hal itu belum mampu membawa Belanda menakutkan kali ini.

Ronald Koeman pun sempat membawa Everton diperingkat ketujuh, namun dimusim keduanya, ia gagal dan membawa klub ke zona degradasi. Mungkinkah mantan asisten pelatih Belanda bisa membawa mereka untuk ke Piala Dunia 2022 mendatang?

Baca juga : Berita Bola Bagaimana Langkah Italia dan Amerika Setelah Gagal Lolos Menuju Piala Dunia 2018?

Akan menarik untuk melihat strategi dari pelatih baru untuk timnas favorit Piala Dunia 2018 namun gagal ke babak final kualifikasi turnamen ini, khususnya Chili dan Belanda. Diyakinni mereka akan melakukan perubahan yang baik walaupun pada dasarnya takdir yang menentukan.

About The Author