4 Manajer Dengan Pengunduran Diri Secara Tak Terduga

Manajer merupakan salah satu kekuatan dari sebuah tim yang mampu merubah perbedaan pada nasib mereka dalam musim tersebut. Tugasnya juga cukup berat dimana ia memilih pemain yang bisa mendongkrak performa timnya, menyusun taktik untuk melawan klub tertentu, melatih pemain agar bisa menjalankan strateginya dan lain sebagainya. Namun terkadang klub raksasa papan atas ingin selalu instan meraih piala di semua kompetisi dan sering tidak sabar dengan hasil yang didapatkan oleh manajer. Mereka pun sering kali menggantikannya dengan pelatih lain padahal belum tentu yang berikutnya lebih baik. Meskipun demikian tak jarang juga melihat seorang pelatih yang menghentikan langkahnya sebelum di pecat. Dan inilah empat diantaranya, manajer dengan pengunduran diri secara tak terduga sebelumnya.

4. Marcelo Bielsa – Marseille dan Lazio

Pelatih berusia 63 tahun ini dikenal karena gayanya yang ‘nyeleneh’. Ia memang masuk dalam daftar ini bukan karena kepindahannya setelah melakukan prestasi yang luar biasa dengan tim yang ia tangani termasuk saat mengasuh timnas Argentina, dan Chile. Namun ia melakukan manuver yang menakjubkan disaat-saat yang tidak terduga, bahkan 2 kali..

Saat ditunjuk sebagai manajer Marseille pada bulain Mei 2014 dengan kontrak dua tahun, Ia mampu memimpin tim asal Prancis itu dengan 21 kemenangan dari untuk 41 pertandingan di semua kompetisi, memegang rekor kemenangan 51,22%. Namun setelah kalah hanya pada pertandingan pertama di musim 2015-16, pada 8 Agustus 2015 Ia langsung banting setir mengumumkan pengunduran dirinya, yang membuat Marseille kelabakan mencari pengganti di awal musim kompetisi. Dan hal ini tak terduga oleh siapa pun.

Marcelo Bielsa mengundurkan diri dari Lazio dalam waktu dua hari

Marcelo Bielsa mengundurkan diri dari Lazio dalam waktu dua hari

Setahun kemudian, pada tanggal 6 Juli 2016, ia ditunjuk sebagai manajer Lazio. Namun sayangnya setelah menerima tugas itu pelatih asal Argentina tersebut berubah pikiran di menit terakhir dan mengakhiri kontraknya hanya dua hari setelah mengambil pekerjaan itu. Lazio pun terkejut dimana mereka sudah melakukan pendekatan, negosiasi gaji dan memperkenalkan kepada publik namun secara tak terduga pekerjaan mereka sia-sia. Selanjutnya, ia dituntut dengan jumlah € 50 juta oleh Lazio untuk pelanggaran kontrak.

3. Pep Guardiola – Barcelona

Guardiola diangkat untuk melatih tim cadangan (bukan pemain cadangan) Barcelona pada Juni 2007 lalu, Ia pun mampu memimpin timnya ke babak playoff Segunda División 2008, yang akhirnya mereka menangkan. Akhirnya ia pun mendapatkan promosi untuk melatih tim utama mereka pada bulan pada Mei 2008, menggantikan Frank Rijkaard.

Dan seperti yang kita tahu, ia tampil memukau sejak musim pertamanya menjadi pelatih. Bahkan ia menghabiskan 4 musim di klub, dengan memenangkan 14 gelar utama (termasuk 3 gelar La Liga dan 2 gelar Liga Champions UEFA), menjadi manajer paling sukses dalam sejarah Barcelona. Apalagi ia telah ia memenangkan treble di musim pertamanya, sebelum akhirnya memenangkan sextuple ( enam gelar dalam 1 tahun kompetisi) setelahnya. Selain itu ia memainkan peran penting dalam kebangkitan Lionel Messi untuk menjadi terkenal, memanfaatkan kesempurnaan pemain Argentina untuk timnya .

Pada bulan April 2012, Barcelona tersingkir dari Liga Champions UEFA setelah menelan kekalahan tipis dengan agregat 2-3 oleh Chelsea di semi-final turnamen. Baru 3 hari kemudian, Guardiola memutuskan untuk menutup tirainya dengan Barcelona, ​​dengan alasan kelelahan sebagai faktor utama , mengklaim bahwa waktunya di klub Catalan berabad-abad. Hal ini mengejutkan banyak pihak karena Barcelona sedang berada dalam puncak kejayaan mereka dengan rekor kemenangan mengejutkan sebesar 72,5% setelah 247 pertandingan bertugas.

Pep Guardiola dan pencapaiannya saat bersama Barcelona

Pep Guardiola dan pencapaiannya saat bersama Barcelona

Guardiola memutuskan untuk pindah ke New York untuk cuti panjang selama setahun penuh sebelum melanjutkan karirnya menaklukkan Bundesliga dengan Bayern Munich dan  Liga Premier dengan Manchester City.

2. Sir Alex Ferguson – Manchester United

Tak ada pecinta bola yang tak mengenalnya. Ia merupakan manajer terbesar sepanjang masa, dimana menjadi sosok legendaris bukan hanya di Inggris, tetapi di dunia. Bagaimana tidak, tercatat ia telah menjadi manajer selama 39 tahun dimana 27 tahun diantaranya bersama United, Bahkan ia memimpin klubnya meraih 38 gelar utama dimana diantaranya 13 gelar Liga Premier dan 2 gelar Liga Champions UEFA, dengan persentase kemenangan 59,7 setelah 1,500 pertandingan dibawah asuhannya.

Sir Alex Ferguson dan pencapaiannya bersama Manchester United

Sir Alex Ferguson dan pencapaiannya bersama Manchester United

Pada Mei 2013, hanya beberapa bulan setelah ia meraih pertandingan Premier League ke-1000 dan UEFA Champions League ke-100 bersama United, Ferguson mengejutkan dunia dengan mengumumkan keputusannya untuk mengakhiri masa jabatannya di akhir musim 2012-2013. Ia pun mengatakan alsannya bahwa ia ingin mengakhiri karier manajerialnya selagi masih tinggi dibandingkan ia terus melanjutkannya dan mungkin akan berakhir buruk membawa United tersungkur. Tak ada yang menduga hal ini, terutama alasannya yang unik.

1. Zinedine Zidane – Real Madrid

Masih terngiang di telinga kita bahwa Zinedine Zidane secara mengejutkan mengakhiri kerja samanya dengan Real Madrid padahal ia telah membantu klubnya meraih banyak gelar juara dalam waktu singkat. Namun keputusan mengundurkan dirinya sangat tak terduga hanya beberapa hari setelah memimpin Los Blancos ke gelar Liga Champions ketiganya secara beruntun. Tak ada pelatih lain yang bisa melakukannya pencapaian tersebut, bahkan belum pernah ada dalam sejarah klub dimana seorang pelatih mengundurkan diri sebelum dipecat atau kontrak habis.

Ia diangkat oleh Madrid pada Januari 2016 menggantikan Rafael Benitez dengan masa bakti dua setengah tahun, Dan ia pun berhasil melakukannya selama kontraknya berlangsung. Ia memimpin klub terbesar di dunia dengan cukup cakap, memenangkan 69,80% dari 149 pertandingan yang ia kelola sambil membawa pulang berbagai piala ke Santiago Bernabeu.

Zinedine Zidane dan pencapaiannya bersama Real Madrid

Zinedine Zidane dan pencapaiannya bersama Real Madrid

Memang musim terakhirnya berat dimana mereka gagal meraih gelar juara La Liga dan Copa del Rey, namun memenangkan 3 gelar Liga Champions secara beruntun bukanlah prestasi kecil , dan itulah yang membuat keluar ini sangat tidak terduga, walaupun banyak yang beranggapan bahwa karena ia memiliki tim terbaik di dunia yang dimilikinya. Namun kembali lagi, dengan tekanan besar yang diminta Madrid, tak sedikit para manajer layu sebelum berkembang, tak seperti Zidane.

Demikianlah empat manajer dengan pengunduran diri secara terduga sebelumnya. Mungkin masih ada manajer lainnya, namun empat manajer ini yang paling mengejutkan semua pihak. Bagaimana menurut Anda?

 

About The Author